KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
12. St. Soter (166-175)
Soter lahir di Fondi, Kekaisaran Roma yang terkenal dengan istilah Latin-Romawi, tetapi ayahnya adalah asli seorang Yunani. Terpilih menjadi paus pada tahun 166. Dalam masa kepemimpinannya ia berjaung melawan berbagai macam bidah seperti Montanisme dan Gnostisisme. Selama periode ini satu penganiayaan yang hebat terhadap orang-orang Kristen telah terjadi di Korintus. Ia mengirim bantuan material dan hiburan iman. Tindakannya yang dermawan dan bersifat cinta kasih ini dipuji dalam sepucuk surat ucapan terima kasih, yang dikirim oleh Dionisus, USkup Korintus kepada umat di Roma. Paus Soter juga mengeluarkan banyak peraturan, antara lain mengajak orang-orang Kristen menyambut Sakramen Mahakudus pada hari Kamis Putih, melarang wanita membakar dupa dalam upacara keagamaan dan menyentuh patena serta piala. Ia adalah paus pertama yang menetapkan “pernikahan” sah sebagai sakramen apabila “pernikahan” itu diberkati oleh seorang imam. Secara tradisional ia dihormati sebagai martir walaupun tidak ada data apapun tentang kemartirannya yang sesungguhnya. Ia wafat tahun 175.
|